Hari Kedua Bulan Pertama, Tahun Ular : Requiem Nyaring Menyalak di Kepala

Requiem æternam dona eis, Domine,

et lux perpetua luceat eis

Te decet hymnus Deus, in Sion,

Tibi reddetur votum in Jerusalem

Pagi itu, aku melihat matahari merah datang bersama bintang timur, keduanya mengerjap molek.

Aku mencoba meraih matahari itu dalam genggaman, tentu, tentu tanganku terbakar.

Dan bintang timur memucat, menatap lenganku yang hendak kembali menjawil.

“Katakan, katakan apa yang salah.”

Ia adalah matahari. Ia adalah pusat. Pusat yang dikelilingi api.

Ia tidak pernah memberi jawabannya.

Ia hanya menjumput api,dan menaruhnya lekat-lekat.

Kuulangi

Ia menaruhnya lekat-lekat, letaknya di dada sebelah kiri.

Tentu, tentu aku hangus mengabu setelahnya.

Bintang itu mengerling sekali. Dadaku terbakar berkali-kali.

     Exaudi orationem meam;

      ad te omnis caro veniet.

      Requiem æternam dona eis, Domine.

Ia kembali menari-nari. Membuat buta. Kali ini bintang timur tidak ada di sisinya.

Tanganku telah melepuh, dadaku masih berupa abu.

“Katakan, dengan apa aku bisa menggenggammu?”

Ia mengirim lautan datang menemui mataku. Lengkap dengan gemuruh bernama cemburu.

Seharusnya aku mati dengan semesta yang memusuhiku karena mencintai matahari.

Exaudi orationem meam;

ad te omnis caro veniet.

Requiem æternam dona eis, Domine.

Siapakah yang sedang menyanyi?

Dari jauh aku melihat bayangan sirens, dengan tubuh separuh duyung dan kepala serupa dewi.

Bintang timur bersiul nyaring di belakangnya.

Siapakah yang bernyanyi?

Kuulangi.

Siapakah yang telah mati?

Hari itu, aku melihat matahari merah,

Bintang timur meringkuk di sudut,

Hari itu, aku jatuh.

Lalu mati.

Kyrie eleison;

Christe eleison;

Kyrie eleison.

Hari itu, aku mati. Hari itu aku mencintai matahari.

kyrie elesion

PS. Hari kedua, bulan pertama, tahun ular. Aku belum pernah semati ini.

Iklan

3 thoughts on “Hari Kedua Bulan Pertama, Tahun Ular : Requiem Nyaring Menyalak di Kepala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s